Pernyataan Pep Guardiola tentang Harga Tiket Piala Dunia 2026
Pep Guardiola, pelatih Manchester City, mengungkapkan kritiknya terhadap tingginya biaya tiket yang ditetapkan oleh FIFA untuk Piala Dunia 2026. Dalam pendapatnya, harga tiket yang melambung tinggi menjadi penghalang bagi fan untuk menikmati salah satu acara terpenting dalam sepak bola. Guardiola mencatat, dahulu Piala Dunia memiliki makna yang lebih dekat bagi para pendukung.
Kritik terhadap Harga Tiket
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan FA Cup, Guardiola ditanya tentang isu ini dan memberikan tanggapan yang tajam. “Dulu, Piala Dunia adalah perayaan kebahagiaan sepak bola. Semua orang akan pergi menonton negara mereka. Tetapi sekarang, kita hidup di era modern, dan semuanya menjadi sangat mahal,” ujarnya.
Guardiola menutup pemikirannya dengan pernyataan tegas mengenai semangat yang seharusnya tidak hilang dalam sepak bola. “Sepak bola adalah untuk para penggemar,” tegasnya. Pesan tersebut kembali memicu diskusi mengenai pertumbuhan komersial dalam sepak bola dan kesulitan yang dihadapi banyak pendukung untuk mengakses acara internasional besar.
Harga Tiket yang Ditetapkan FIFA
FIFA telah menetapkan harga tiket yang cukup tinggi, seperti $400 untuk tiket umum pertandingan Austria melawan Aljazair di Arrowhead, Kansas City, $1.600 untuk Brasil melawan Maroko di MetLife, New Jersey, dan lebih dari $2.700 untuk debut Amerika Serikat. Tiket VIP berkisar antara $15.000 hingga $25.000, sementara harga untuk final di pasar resale bisa melebihi $2 juta.
Harga yang sangat tinggi ini, dalam beberapa kasus, tidak memberikan motivasi yang cukup untuk hadir, terutama ketika harus membayar harga yang selangit, apalagi dengan biaya di pasar resale yang dikuasai pihak ketiga, yang lebih mahal dibandingkan platform resmi.
Menyeimbangkan Profitabilitas dan Aksesibilitas
Meski memberikan kritik tajam terhadap sistem penetapan harga saat ini, Guardiola juga menyadari realitas finansial di balik event sebesar ini. Ia mengakui bahwa keterlibatan korporat diperlukan untuk kelangsungan logistik turnamen, namun menegaskan bahwa kepentingan ekonomi tidak seharusnya mengalahkan kepentingan masyarakat.
“Jelas, kita harus mempertimbangkan sponsor dan segala sesuatunya karena tanpa itu, tidak akan berkelanjutan. Tetapi para penggemar adalah alasan utama mengapa bisnis ini bisa terus berfungsi,” tutup Guardiola.
(WC/GN)
sumber : bolavip.com
Leave a comment