Three Lions Pride Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Soroti Isu Keamanan dan HAM
Kelompok suporter LGBTQ+ resmi timnas Inggris, Three Lions Pride, telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan menghadiri Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat musim panas ini. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran serius terkait keselamatan, hak asasi manusia, dan apa yang mereka sebut sebagai “keputusan buruk” FIFA mengenai penyelenggaraan turnamen.
Dalam sebuah pernyataan tegas, kelompok tersebut menyampaikan bahwa harapan mereka agar kompetisi 2026 dapat menawarkan lingkungan yang aman dan inklusif bagi penggemar LGBTQ+ telah “hancur lebur.” Meskipun Piala Dunia pria akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Three Lions Pride berpendapat bahwa “kemunduran berbahaya hak asasi manusia” di beberapa bagian AS membuat anggotanya—terutama mereka yang trans atau non-biner—berisiko tinggi mengalami diskriminasi dan kekerasan.
Alasan Kuat Penolakan
Three Lions Pride, yang didirikan menjelang Piala Dunia 2018 di Rusia dan kini memiliki sekitar 350 anggota, telah lama menjadi kehadiran yang terlihat dalam pertandingan Inggris. Namun, mereka kini menyatakan tidak bisa menjamin keamanan para suporternya jika mereka hadir di turnamen tersebut secara terorganisir dan publik.
Kelompok ini sebelumnya juga memilih untuk tidak melakukan perjalanan ke Qatar pada tahun 2022 karena masalah keamanan serupa. Saat itu, mereka telah memperingatkan bahwa baik FIFA maupun negara tuan rumah tidak menawarkan jaminan yang memadai bagi para penggemar LGBTQ+.
Inggris akan memainkan ketiga pertandingan fase grup mereka di Amerika Serikat, yakni di Dallas, Boston, dan New York/New Jersey. Pertandingan lebih lanjut di Amerika Utara juga mungkin terjadi jika tim berhasil melaju. Meskipun ada inisiatif Pride House United 2026 yang bertujuan untuk mendirikan tempat-tempat yang ramah bagi suporter LGBTQ+ di 16 kota tuan rumah, Three Lions Pride tetap berpendapat bahwa kondisi yang ada masih jauh dari yang dibutuhkan untuk memastikan kesejahteraan penggemar.
Dampak Terhadap FIFA
Keputusan Three Lions Pride ini menambah kritik yang berkembang terhadap FIFA dari komunitas LGBTQ+ di seluruh dunia. Mereka berargumen bahwa badan pengatur sepak bola tersebut telah berulang kali memprioritaskan kepentingan komersial dan politik di atas keselamatan dan inklusi para suporter yang terpinggirkan. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan bagi FIFA untuk menciptakan turnamen yang benar-benar inklusif masih sangat besar, terutama ketika hak asasi manusia menjadi sorotan utama di negara-negara penyelenggara.
(WC/GN)
sumber : www.scenemag.co.uk
Leave a comment