Wali Kota Los Angeles Desak Pemerintah AS Beri Jaminan Keamanan untuk Pengunjung Piala Dunia 2026
Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, pada Rabu, 28 Januari, mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan jaminan keamanan kepada para pengunjung Piala Dunia. Desakan ini muncul beberapa hari setelah insiden yang melibatkan agen imigrasi federal di Minneapolis menewaskan seorang individu, yang menimbulkan keprihatinan global.
Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko untuk gelaran akbar sepak bola musim panas ini, yakni Piala Dunia FIFA 2026. Sebagian besar pertandingan akan diselenggarakan di AS, dan kekhawatiran meningkat di kalangan pengunjung dari luar negeri. Mereka khawatir bisa saja terjebak dalam kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump yang dikenal ketat.
Pesan Toleransi dari Wali Kota Los Angeles
Bass menegaskan pentingnya menunjukkan keramahan AS kepada dunia. “Kita perlu menunjukkan wajah yang lebih baik kepada dunia, bahwa kita akan menyambut orang-orang, dan mereka tidak akan mengalami masalah imigrasi,” kata Bass.
Kepada wartawan, Bass menyatakan “yakin” bahwa penggemar olahraga yang mengunjungi Los Angeles untuk Piala Dunia atau Olimpiade Musim Panas 2028 tidak akan terkena dampak langsung. Namun, ia menekankan bahwa pesan tersebut harus datang langsung dari Gedung Putih. “Merekalah yang perlu mengirimkan pesan itu,” tambahnya.
Pada bulan ini, agen imigrasi dilaporkan menembak mati dua demonstran di Minneapolis dari jarak dekat. Insiden terbaru menimpa Alex Pretti, seorang perawat unit perawatan intensif, yang ditembak berkali-kali setelah dipaksa tiarap oleh petugas berpakaian kamuflase.
Keterlibatan Agen Imigrasi dan Peran Trump
Agen imigrasi federal telah dikerahkan ke beberapa kota besar lainnya, termasuk Los Angeles, yang akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia, termasuk laga pembuka tim tuan rumah dan pertandingan perempat final. Presiden Trump juga memiliki hubungan erat dengan Piala Dunia mendatang, bahkan menghadiri undian turnamen dan dianugerahi “FIFA peace prize.”
Ross McCall, Direktur Eksekutif FIFA untuk Operasi Komersial, menyatakan kepada Agence France-Presse bahwa badan sepak bola dunia tersebut “terus-menerus berdialog” dengan pemerintahan Trump. “Semua pihak memiliki insentif untuk menjadikan Piala Dunia ini seaman dan seinklusif mungkin. Jadi, ketahuilah bahwa upaya tersebut jelas sedang berlangsung,” ujarnya.
Zona Penggemar dan Perayaan di Los Angeles
Dalam acara yang sama pada Rabu itu, para pejabat mengumumkan serangkaian zona penggemar dengan layar lebar dan berbagai perayaan lainnya di seluruh wilayah Los Angeles selama Piala Dunia berlangsung. Lokasi-lokasi ini termasuk Los Angeles Memorial Coliseum, sebuah stadion raksasa berkapasitas 78.000 penonton yang pernah menjadi tuan rumah dua Olimpiade, serta Pantai Venice yang terkenal di dunia.
Sebagai konteks tambahan, awal pekan ini dilaporkan bahwa cabang dari Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) akan dikerahkan untuk Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina bulan depan. Duta Besar AS untuk Italia, Tilman J. Fertitta, mengatakan pada Rabu bahwa agen-agen dari unit Investigasi Keamanan Dalam Negeri ICE tersebut akan memiliki peran “penasihat.”
Keprihatinan terkait kebijakan imigrasi AS menjelang ajang olahraga internasional besar seperti Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028 menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dari pemerintah. Jaminan keamanan dan sambutan hangat bagi pengunjung asing akan menjadi kunci untuk memastikan kesuksesan dan citra positif Amerika Serikat sebagai tuan rumah.
(WC/GN)
sumber : www.lemonde.fr
Leave a comment