Aston Villa, Tim Paling Dalam Form di Premier League
LONDON – Aston Villa kini menjadi tim dengan performa terbaik di Premier League, berkat sentuhan Unai Emery yang membawa tim ini bersaing dalam perburuan gelar juara bersama Arsenal dan Manchester City.
Performa Menggembirakan
Setelah gagal meraih kemenangan di enam pertandingan awal musim, Villa berhasil mencatatkan 15 kemenangan dari 17 laga terakhir di semua kompetisi, termasuk 10 dari 11 pertandingan di Premier League yang sangat kompetitif.
Sejak kedatangan Emery lebih dari tiga tahun lalu, klub asal Birmingham ini telah bangkit dari statusnya sebagai raksasa yang terlelap. Namun, Villa terakhir kali memenangkan gelar liga pada tahun 1981, menjadi gelar pertama setelah sebelum Perang Dunia I.
Harapan Gelar Juara
Saat ini, pertanyaan besar adalah apakah mereka mampu mempertahankan persaingan dalam perburuan gelar melawan Arsenal dan City yang terkenal tangguh.
Serangkaian kemenangan Villa adalah contoh nyata perbaikan yang konsisten di bawah kepemimpinan Emery. Setelah 13 tahun absen dari kompetisi Eropa, termasuk tiga tahun berada di Championship, dia berhasil membawa Villa kembali ke panggung Eropa selama tiga musim terakhir.
Pada bulan April lalu, Paris Saint-Germain merasakan tekanan di Villa Park, namun berhasil melaju dengan kemenangan tipis di perempat final Liga Champions dengan agregat 5-4, sebelum akhirnya meraih gelar untuk pertama kalinya.
Rangkaian Kemenangan Kandang
City dan Arsenal juga pernah tersenyum pahit meninggalkan Birmingham, di tengah catatan Villa yang hanya menderita satu kekalahan dalam 32 pertandingan di kandang mereka.
Skuad Emery kini terdiri dari pemain internasional berpengalaman, termasuk kiper juara dunia Argentina, Emi Martinez, dan tiga pemain Inggris, Ezri Konsa, Ollie Watkins, serta Morgan Rogers yang tengah memuncaki performanya.
Rogers, yang dipilih menggantikan Jude Bellingham oleh pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel, mencuri perhatian dengan catatan lima gol dan tiga assist dalam 11 pertandingan liga terakhir.
Tantangan dan Proyeksi
Meski demikian, penampilan Villa terkadang tidak sejalan dengan hasil impresif mereka, menimbulkan keraguan akan kemampuan mereka untuk terus melaju. Hanya dua dari sepuluh kemenangan di liga diraih dengan margin lebih dari satu gol, dan statistik menunjukkan keberuntungan mungkin berpihak kepada mereka.
Menurut statistik expected goals, Villa seharusnya berada di posisi bawah berdasarkan performa yang ditunjukkan sejauh ini.
Ujian nyata untuk ambisi gelar mereka akan datang tepat di masa liburan saat mereka menjamu Manchester United pada hari Minggu, sebelum melakukan perjalanan ke Chelsea dan Arsenal usai Natal.
“Saya tahu 38 pertandingan sangatlah sulit,” ujar Emery saat diringkas pertanyaan tentang peluang gelar mereka. “Kami bukanlah kontender. Jika kita berada di pertandingan ke-35, mungkin kita bisa berbicara dengan cara yang berbeda.”
Sejarah Tak Terduga
Sejarah menunjukkan bahwa untuk tetap bersaing dengan sumber daya dan ukuran skuad yang dimiliki para kontender Premier League akan menjadi tantangan besar bagi Emery dan timnya. Dua tahun lalu, mereka pernah berada dalam posisi serupa setelah mengalahkan Arsenal dan City di kandang pada bulan Desember, namun akhirnya mengakhiri musim 23 poin di belakang pemimpin klasemen di posisi keempat.
Villa juga kemungkinan harus menyeimbangkan usaha mereka antara Premier League dan Europa League hingga akhir musim, di mana mereka saat ini berada di puncak grup Europa League dengan tempat di babak 16 besar hampir dipastikan.
Emery sendiri memiliki prestasi luar biasa dengan meraih gelar Europa League empat kali selama masa jabatannya di Sevilla dan Villarreal, yang menjadikannya favorit untuk mengakhiri penantian 30 tahun klub ini untuk meraih trofi di Istanbul pada bulan Mei mendatang.
(PL/GN)
sumber : www.straitstimes.com
Leave a comment