Home Sepakbola Inggris Premier League Salah vs De Bruyne: Bintang Belgia vs Mesir, Siapa yang Ungguli?
Premier League

Salah vs De Bruyne: Bintang Belgia vs Mesir, Siapa yang Ungguli?

Share
Share

Drama di Seattle: Salah dan De Bruyne Warnai Pertandingan Seru Belgia vs Mesir

Di tengah terik 30 derajat di Seattle, kehadiran bintang-bintang lapangan terasa sangat kuat. Jeremy Doku dari Belgia tampil menawan dengan driblinya, sementara Leandro Trossard hampir mencetak assist fantastis dengan backheel untuk Thomas Meunier. Thibaut Courtois berdiri kokoh di bawah mistar, sementara Youri Tielemans hampir mengulang gol indahnya di Liga Europa dengan volley yang memukau.

Di sisi lain, Omar Marmoush, rekan Doku di Manchester City, berusaha menerobos pertahanan dengan ancaman yang nyata. Emam Ashour juga mencuri perhatian dengan gol luar biasa yang memberikan Mesir keunggulan 1-0 di babak pertama Grup G.

Rincian Pertandingan

Hasil akhir pertandingan berjalan imbang berkat gol bunuh diri Mohamed Hany, yang terjadi di bawah tekanan Romelu Lukaku, mantan bintang Premier League. Lukaku, yang sedang berjuang dengan kebugaran di Napoli, hampir saja mencetak gol penentu di akhir laga, namun sundulannya melambung dari jarak delapan yard.

Pemain Kunci

Di tengah drama, Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah, dua pemain terhebat Premier League, tampil mengesankan. De Bruyne adalah sosok kreatif di balik dominasi Manchester City, mengoleksi 16 trofi dengan klub, termasuk Liga Champions dan enam gelar Premier League sebelum bergabung dengan Napoli.

Sementara itu, Salah telah membuktikan diri sebagai salah satu pencetak gol terhebat Premier League, meraih Golden Boot empat kali. Di musim 2024-25, ia mencatatkan kinerja yang dikenang sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah kompetisi.

Dalam laga ini, Salah, yang baru merayakan ulang tahun ke-34, ditugaskan bermain lebih sentral oleh pelatih Hossam Hassan. Meski ia juga merupakan pencetak gol terbanyak Mesir dengan 69 gol, ia menunjukkan perannya dengan baik, menyuplai bola diagonal ke Ashour, yang dengan cerdas mengeksplorasi ruang yang ditinggalkan Trossard dan kemudian melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Courtois.

Baca juga:  Granit Xhaka: Peran Kunci Membawa Sunderland Menuju Empat Besar!

Salah mencatatkan satu peluang di babak kedua, namun sundulannya berhasil dihalau Courtois. Meski hanya bermain 75 menit, ia banyak menyulitkan pertahanan Belgia dan akan memimpin timnya menghadapi Iran dan Selandia Baru, bertekad untuk meraih kemenangan pertama Mesir di Piala Dunia.

Komentar Pelatih dan Permainan Strategis

“Saya pikir Mohamed Salah hari ini tampil menawan,” ujar mantan pemain Piala Dunia Irlandia, Matt Holland. “Dia tampak energik, meski mungkin sedikit kelelahan di akhir pertandingan. Namun, dampaknya terasa besar, terutama saat ia mengatur permainan dari lini tengah dan menciptakan peluang yang menyakitkan bagi Belgia.”

Pelatih Hossam Hassan menyatakan kekecewaannya usai laga, terutama terkait keputusan wasit yang tidak memberikan penalti saat Zizo ditarik oleh defender Belgia. “Kami merasa sangat dekat untuk menang. Kenapa tidak ada penalti?,” tegas Hassan.

Menggali Sejarah dan Harapan

Walaupun Mesir memiliki sejarah yang kelam di Piala Dunia, Belgia menghadapi kekecewaan tersendiri. Generasi Emas mereka yang dipimpin De Bruyne belum bisa meraih trofi yang diharapkan. Setelah gagal di semifinal dan finis di tempat ketiga pada 2018, mereka terlihat kurang kompak meski dipenuhi pemain berbakat. De Bruyne masih berharap untuk meraih kesuksesan di panggung internasional.

De Bruyne memiliki beberapa momen penting di babak kedua sebelum gol bunuh diri tersebut, termasuk tendangan bebas yang mengenai tiang gawang dan peluang yang disia-siakan dari luar kotak penalti.

Akhirnya, hasil imbang terasa adil. “Egyption tampil luar biasa,” kata mantan striker Inggris, Dion Dublin. “Kualitas dari kedua tim sangat tinggi dan keduanya terus berjuang meraih kemenangan hingga peluit akhir.” Ini mungkin awal dari perjalanan terakhir Salah dan De Bruyne di Piala Dunia, namun keduanya menunjukkan bahwa mereka masih punya banyak cerita yang tersisa untuk ditulis.

Baca juga:  Newcastle United alami penurunan mengejutkan di Premier League 2024.

(PL/GN)
sumber : football360.com.au

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kapan jadwal Liga Premier musim 2026-27 dirilis?

Jadwal Liga Premier musim 2026-27 diperkirakan akan dirilis pada musim panas 2026,...

Ouattara dari Monaco jadi incaran klub Premier League dan Turki!

Ouattara, pemain muda berbakat asal Monaco, kini menarik perhatian klub-klub Premier League...

Arbeloa berbincang dengan Fulham, Arsenal minati winger baru!

Arbeloa tengah menjalin komunikasi dengan Fulham, sementara Arsenal menunjukkan ketertarikan pada winger...

Piala Dunia perlambat pasar transfer, Premier League siap menikmati aliran dana.

Piala Dunia menghambat pasar transfer, namun Premier League bersiap meraih keuntungan besar...