Kisah Persahabatan Postecoglou dan Son dalam Gelar UEFA Europa League
Pelatih Ange Postecoglou bersama Son Heung-min berhasil mengakhiri penantian gelar di Tottenham, menciptakan ikatan yang tak akan terlupakan bagi bintang asal Korea Selatan tersebut.
Kesuksesan Bersama Tottenham
Postecoglou dan Son berkolaborasi untuk membawa Tottenham meraih gelar UEFA Europa League 2024-25, mengakhiri penantian selama 17 tahun untuk trofi. Gelar ini menjadi kesuksesan Eropa pertama bagi Tottenham dalam 41 tahun. Son tampil sebagai kapten selama musim bersejarah tersebut, di bawah arahan Postecoglou yang sayangnya dipecat setelahnya.
Kenangan yang Tak Terlupakan
Satu tahun setelah malam penuh kenangan di Bilbao, Postecoglou dan Son tetap terhubung melalui pencapaian yang mengukir sejarah bagi tim Premier League tersebut. “Kami meraih trofi ini sebagai kapten dan pelatih. Hubungan ini akan selalu ada hingga akhir hayat kami,” kata Son, yang kini bermain di Los Angeles FC, saat mempersiapkan diri untuk Piala Dunia FIFA bersama Korea Selatan.
Pemimpin yang Menginspirasi
Son menambahkan, “Setiap pelatih bagus dalam membantu pemain di lapangan, tetapi Ange juga sangat membantu di luar lapangan. Dia mengajarkan saya banyak hal tentang kepemimpinan. Saya merindukannya.”
Dalam sebuah pernyataan, Son juga menyampaikan pesannya setelah pemecatan Postecoglou: “Kamu telah mengubah arah klub ini. Kamu percaya pada dirimu dan kami dari hari pertama dan tidak pernah ragu. Usahamu membawa klub ini malam terbaik dalam beberapa dekade. Kami akan selalu mengingat momen itu.”
Piala Dunia dan Harapan Korea Selatan
Son kini bersiap untuk kemungkinan kampanye Piala Dunia terakhirnya bersama Korea Selatan. Timnya melaju mulus dari grup kualifikasi tanpa kekalahan, hanya kebobolan tujuh gol dalam sepuluh pertandingan.
Dengan dukungan bintang PSG, Lee Kang-In dan Kim Min-Jae dari Bayern Munich, Korea Selatan optimis untuk melaju dari Grup A yang juga diisi oleh Afrika Selatan, Ceko, dan tuan rumah Meksiko.
Peluang Postecoglou di Eropa
Sementara itu, Postecoglou dikabarkan tengah mempertimbangkan beberapa lowongan pelatih di Eropa, termasuk Besiktas di Turki dan klub Inggris Burnley yang baru terdegradasi.
Keberhasilan dan hubungan antara Postecoglou dan Son menjadi bagian penting dalam sejarah klub, dan keduanya akan terus diingat oleh penggemar Tottenham.
(PL/GN)
sumber : football360.com.au
Leave a comment