Ibrahima Konate Berjuang Melawan Depresi Pasca Kehilangan Diogo Jota
Ibrahima Konate mengungkapkan bahwa kematian mendadak Diogo Jota, serta kehilangan ayahnya, membuatnya berjuang dengan depresi selama musim terakhirnya bersama Liverpool.
Pemain berusia 27 tahun ini diperkirakan akan meninggalkan The Reds pada akhir bulan ini setelah gagal mencapai kesepakatan kontrak baru. Ia dirumorkan akan bergabung dengan Real Madrid dengan status bebas transfer.
Kematian Tragis Jota
Musim ini menjadi tantangan berat bagi Konate, yang kini tengah bersiap untuk Piala Dunia bersama tim nasional Prancis. Kesedihan dimulai dengan kematian Jota musim panas lalu. Jota dan saudaranya, Andre Silva, meninggal akibat kecelakaan mobil di Spanyol saat Jota dalam perjalanan kembali ke Merseyside untuk latihan pramusim.
Dampak Terhadap Tim
Beberapa rekan setim, seperti Andy Robertson dan Curtis Jones, juga telah berbicara tentang dampak dari kehilangan Jota. Konate mengungkapkan betapa besar pengaruhnya terhadap klub. “Sampai sekarang, ini masih sulit dipercaya,” ujarnya dalam wawancara dengan stasiun radio France Inter. “Lokernya masih ada di ruang ganti, dan setiap hari saat saya pergi berlatih, dia ikut bersama kami.”
Akhir Perjalanan Bersama Liverpool
Kehilangan yang dirasakan oleh Konate bukan hanya soal kehilangan teman, tetapi juga menciptakan tantangan mental yang harus dihadapinya di lapangan. Dengan berakhirnya masa baktinya di Liverpool, dampak emosional dan mental dari kehilangan Jota akan terus membayangi perjalanan Konate selanjutnya.
(SA/GN)
sumber : www.liverpoolecho.co.uk
Leave a comment