Arsenal Hadapi Tantangan di Leg Kedua Liga Champions
Kemenangan 1-0 Arsenal atas Sporting di Lisbon membawa mereka dalam posisi yang lebih baik di perempat final Liga Champions, namun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan di leg kedua di Emirates Stadium.
Analisis Taktik dari Pepa
Pepa, pelatih asal Portugal yang memiliki pengalaman di level tertinggi baik di negaranya maupun di Brazil, menganalisis aspek-aspek taktis penting dari pertemuan pertama dan mengantisipasi potensi kejutan yang bisa diberikan oleh tim Sporting asuhan Rui Borges di leg kedua.
- Kesulitan Arsenal dalam Menciptakan Peluang
- Tantangan Sporting dalam Membangun Serangan
- Kembalinya Hjulmand Mengubah Dinamika
- Ancaman Set-Piece dari Tim Portugal
Jalannya Pertandingan di Lisbon
Secara taktis, pertandingan antara Sporting dan Arsenal di Alvalade adalah duel antara dua tim hebat yang sangat kompetitif dan intens, meski sedikit peluang mencetak gol yang jelas,” jelas Pepa.
“Arsenal adalah tim papan atas, pemimpin Liga Premier, dan menjalani kampanye Liga Champions yang mengesankan dengan 10 kemenangan dan satu hasil imbang dari 11 pertandingan.
“Dalam bertahan, mereka menunjukkan kemampuan menjaga kekompakan dalam formasi 4-4-2, beradaptasi dengan baik di area defensif dan menutup ruang tengah dengan efektif.
“Mereka berhasil melakukan 19 aksi defensif di setengah lapangan lawan, sementara Sporting hanya tujuh, yang jelas menunjukkan selisih performa.”
“Namun, Arsenal kesulitan untuk menciptakan ancaman serius meski sedikit lebih banyak menguasai bola.”
Statistik dan Performa Pemain
“Perilaku kunci Arsenal adalah peran fluid Riccardo Calafiori yang sering berpindah dari bek kiri ke area sentral bahkan zona penyelesaian. Kualitas ketiga gelandang—Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard—serta kemampuan Noni Madueke dalam situasi one-on-one juga krusial,” tambahnya.
“Tim Arsenal menjadi yang terbaik di Eropa dalam menyerang dari set-piece, meskipun di Alvalade mereka gagal memanfaatkan empat tendangan sudut, meski satu di antaranya mengenai tiang.”
Kinerja Sporting yang Positif
“Melawan tim sekelas Arsenal, Sporting tampil cukup baik. Pengalaman mereka menghadapi lawan papan atas seperti Juventus, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain musim ini memberikan kepercayaan diri lebih saat bertanding,” kata Pepa.
“Dari segi defensif, Sporting beradaptasi dengan baik, berganti antara formasi 4-4-2 dan 5-4-1, yang membantu mereka untuk menetralkan niat lawan meski akhirnya kebobolan satu gol.”
“Hanya perlu diingat bahwa Ousmane Diomande dan Maxi Araujo tampil solid di sektor pertahanan, meskipun Maxi perlu lebih hati-hati karena menerima tujuh pelanggaran di leg pertama.”
Akan Adakah Kejutan dari Sporting?
“Sporting harus tetap setia pada karakter permainan mereka dan lebih fokus serta konsisten dari sebelumnya, mengetahui bahwa tantangan di leg kedua akan lebih berat,” ungkap Pepa.
“Morten Hjulmand, yang kembali setelah larangan bermain, merupakan sosok penting bagi dinamika tim. Selain itu, pemain cadangan seperti Quenda juga akan berperan penting. Kami semakin menyadari pentingnya kontribusi pemain pengganti.”
“Set-piece menjadi aspek yang vital. Jika Arsenal adalah tim terbaik di Eropa dalam menyerang dari corner, Sporting berada di urutan keempat—ini bisa menjadi momen kunci dalam pertandingan.”
Informasi Pertandingan
Leg kedua antara Arsenal dan Sporting akan digelar pada Rabu, 19 April 2023, pukul 02:00 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung di layanan streaming berbayar resmi dan platform yang berlisensi.
Kedua tim akan berjuang untuk memastikan langkah mereka di Liga Champions tetap berlanjut. Arsenal harus tetap waspada, sementara Sporting bertekad untuk membalikkan keadaan.
(PL/GN)
sumber : www.skysports.com
Leave a comment