Analisis Performa Michael Carrick di Middlesbrough
Michael Carrick mulai menjalani periode manajerialnya di Middlesbrough dan kini menjadi perhatian setelah penunjukannya sebagai pelatih interim Manchester United. Fokus analis kali ini adalah apakah pengalaman Carrick di Middlesbrough dapat diterapkan di Old Trafford.
Pencarian Pelatih Interim Manchester United
Manchester United telah melakukan pencarian pelatih interim yang diharapkan dapat menjalin kembali hubungan baik dengan para penggemar. Awalnya, Ole Gunnar Solskjaer menjadi favorit untuk menggantikan Darren Fletcher, namun akhirnya klub memilih Carrick, yang juga merupakan legenda klub.
Selama kariernya di Manchester United (2006-2018), Carrick tampil dalam 464 pertandingan dan meraih 18 trofi. Penekanan pada untuk mengembalikan “DNA” klub, yang berfokus pada gaya bermain menyerang, menjadi salah satu alasan utama pemilihannya.
Pembelajaran dari Middlesbrough
Sebelumnya, Fletcher hanya mampu meraih hasil imbang kontra Burnley dan kalah dari Brighton di FA Cup. Hal ini menunjukkan bahwa meski memahami klub itu penting, hasil di lapangan tetap yang utama.
Di Middlesbrough, Carrick menerapkan formasi 4-2-3-1 dalam 112 dari 124 pertandingan di Championship. Ini memberikan indikasi jelas tentang pendekatan taktis yang akan dia bawa ke Manchester United.
Statistik Formasi Carrick di Middlesbrough
| Formasi | Jumlah Pertandingan |
|---|---|
| 4-2-3-1 | 112 |
| 4-4-2 | 6 |
| 3-4-1-2 | 3 |
| 3-5-2 | 1 |
| 4-4-1-1 | 1 |
| 5-4-1 | 1 |
Meski formasi 3-5-2 diterapkan di beberapa pertandingan, Carrick cenderung tidak melakukan perubahan formasi selama laga. Ia lebih suka melakukan pergantian pemain untuk menjaga kebugaran tanpa mengubah taktik.
Perbandingan Win Rate Pelatih Manchester United
| Pelatih | Jumlah Pertandingan | Persentase Menang |
|---|---|---|
| Ruben Amorim | 47 | 31.9% |
| Ralf Rangnick | 24 | 41.7% |
| David Moyes | 34 | 50.0% |
| Louis van Gaal | 76 | 51.3% |
| Ole Gunnar Solskjaer | 109 | 51.4% |
| Erik ten Hag | 85 | 51.8% |
| Jose Mourinho | 93 | 53.8% |
| Sir Alex Ferguson | 810 | 65.2% |
Performa Middlesbrough di Bawah Carrick
Selama masa jabatannya, Carrick berhasil membuat Middlesbrough bermain menarik. Timnya mencatat angka tertinggi untuk gol, percobaan tembakan, dan penguasaan bola rata-rata sebesar 55.2%. Meski demikian, mereka gagal promosi.
Pada musim pertama (2022/23), Carrick mengambil alih tim yang terpuruk di posisi 21. Berhasil membawa tim meroket ke posisi ketiga, Carrick kemudian menghadapi kemunduran dan akhirnya finis di urutan keempat, sebelum kalah di playoff.
Dari 17 pertandingan awal, Carrick menang 13 kali dan menunjukkan potensi untuk membalikkan keadaan tim yang kurang berprestasi. Namun, kurangnya ketajaman akhir musim, membuat Middlesbrough gagal mempertahankan performa baik tersebut.
Statistik menunjukkan keunggulan Carrick dalam penguasaan bola dan serangan, meski ketidakmampuannya dalam menghadapi tim yang menerapkan pertahanan ketat menjadi sorotan utama. Timnya mencetak 65 gol dalam musim pertama dan memimpin xG dengan 51.9, namun mereka tidak dapat mereproduksi kesuksesan tersebut di tahun-tahun berikutnya, finishing di tempat kedelapan dan kesepuluh.
Tantangan dan Perubahan
Beberapa faktor yang menghambat kesuksesan Carrick di Middlesbrough termasuk kehilangan pemain kunci seperti Chuba Akpom dan Morgan Rogers, serta menghadapi krisis cedera. Meskipun itu menjadi tantangan, ketidakfleksibelan taktis menjadi penyebab utama mengapa masa jabatannya berakhir tanpa promosi.
Saat ini, Manchester United tampaknya memerlukan semangat baru dan efek “new manager bounce” dari Carrick untuk menyelamatkan musim ini. Meskipun masa jabatan Carrick di Middlesbrough menghadapi banyak tantangan, ada harapan bahwa pengalaman tersebut akan membantunya meraih hasil lebih baik di Old Trafford.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment