Pep Guardiola Mundur dari Manchester City Usai Musim Ini
Penggemar Manchester City harus menerima berita yang tidak mereka harapkan. Pep Guardiola telah mengonfirmasi akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih utama tim setelah pertandingan terakhir Liga Primer City melawan Aston Villa.
Pelatih asal Catalonia ini telah mengubah wajah sepak bola di Inggris, sama seperti yang dilakukannya di Spanyol dan Jerman sebelum datang ke Manchester. Para penggemar di Etihad Stadium dipastikan akan memberikan perpisahan yang meriah, mengenang 10 tahun terakhir dengan penuh kebahagiaan.
Statistik Mengagumkan Guardiola di Manchester City
Sepanjang kariernya di Manchester City, Guardiola telah memimpin tim dalam 592 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan yang luar biasa: 416 kemenangan, 87 kali imbang, dan hanya 89 kekalahan. Persentase kemenangan selama satu dekade ini mencapai 70,3%.
Selama waktu tersebut, tim Guardiola telah mencetak 1.422 gol dengan hanya kebobolan 520. Di Liga Primer, ia berhasil meraih 269 kemenangan dari 379 pertandingan, 58 imbang, dan 52 kalah, dengan total 903 gol yang dicetak.
Pencapaian yang Memukau
Pep Guardiola memiliki enam gelar Liga Primer, lebih sedikit dibandingkan Sir Alex Ferguson yang meraih 13, tetapi mencatatkan rekor mengesankan dengan empat gelar berturut-turut dari 2020/21 hingga 2023/24, yang tidak pernah dicapai Ferguson.
Selain gelar liga, City di era Guardiola juga mengoleksi lima trofi EFL Cup, tiga gelar FA Cup, satu gelar Liga Champions, dan satu trofi Piala Dunia Klub. Uniknya, musim 2024/25 dan 2025/26 adalah tahun pertama sejak Guardiola melatih di Barcelona yang ia tidak meraih gelar liga dalam dua musim berturut-turut.
Pengaruh di Eropa
Dari tahun 2008/09, Guardiola telah mengumpulkan lebih banyak gelar liga (12) di kelima liga teratas Eropa dibandingkan pelatih lainnya, dengan Antonio Conte dan Max Allegri di peringkat kedua dengan enam gelar masing-masing. Di Manchester City, ia tidak pernah finis di luar posisi ketiga dan berhasil meraih enam gelar juara selama masa jabatannya.
Rekor di Liga Primer
Guardiola memiliki rekor poin tertinggi per pertandingan (2,28) di antara pelatih yang telah memimpin lebih dari 20 pertandingan di Liga Primer. Timnya adalah yang pertama meraih 100 poin dalam satu musim (2017/18) dan hampir mengulang pencapaian itu dengan 98 poin pada 2018/19.
Pencapaian Lainnya
Guardiola juga mencatatkan rekor 18 kemenangan berturut-turut, dan City adalah satu-satunya tim yang telah meraih kemenangan dengan selisih delapan gol dalam beberapa laga. Tim ini juga sering mencatatkan kemenangan besar yang mengesankan, dengan kekalahan hanya terjadi oleh tim-tim tertentu.
Walaupun gagal merebut gelar di akhir musim ini, Guardiola dan City berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih kemenangan di semua pertandingan FA Cup dan EFL Cup pada satu musim, yang menjadi pencapaian bersejarah.
Dampak dan Warisan Guardiola
Warisan terbesar yang ditinggalkan Guardiola adalah dampaknya terhadap perkembangan Manchester City serta gaya permainan yang agresif dan efektif. Dia datang, melihat, dan jelas telah menaklukkan banyak tantangan selama dekade terakhir. Kini, ekspektasi dan tantangan baru akan menanti setelah kepergiannya.
(PL/GN)
sumber : www.flashscore.co.uk
Leave a comment