Chelsea Terapkan Sistem Berkelanjutan, Klaim Co-Owner Hasilnya Positif
Jose E. Feliciano, co-owner Chelsea, mengungkapkan bahwa BlueCo telah menerapkan sistem yang lebih berkelanjutan dan saat ini mulai menunjukkan hasil di klub. Feliciano adalah co-founder dan managing partner dari Clearlake Capital, perusahaan ekuitas swasta yang memimpin konsorsium BlueCo yang mengelola Chelsea.
Status Klub di Tengah Laporan Kerugian
Dalam konferensi bisnis Bloomberg Invest di New York pada 4 Maret, Feliciano ditanya tentang kondisi klub, terutama setelah Chelsea mencatat kerugian pra-pajak sebesar €407 juta (£342 juta) untuk musim 2024-25, yang merupakan kerugian pra-pajak tertinggi dalam sejarah sepak bola Inggris.
Sumber dari klub memberikan penjelasan kepada The Athletic bahwa angka tersebut tidak mencerminkan kinerja operasional klub yang sebenarnya atau bagaimana tampilan keuangan untuk musim ini dan yang akan datang, melainkan hasil dari penataan masalah historis.
Meskipun laporan tersebut menunjukkan kerugian signifikan sebelum penjualan pemain, model bisnis Chelsea tampaknya sangat bergantung pada profit yang kuat dari aktivitas transfer.
Reaksi terhadap Rincian Kerugian
Feliciano menanggapi pertanyaan moderator acara, Davide Scigliuzzo, mengenai kerugian ini dan apakah kondisi tersebut berarti perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan banyak uang, meski mengalami “perjalanan yang sulit” dalam hasil olahraga.
Pengusaha kelahiran Puerto Rico ini menyoroti kemenangan Chelsea di Liga Konferensi dan Piala Dunia Klub musim lalu, serta keberhasilan klub dalam mendapatkan tempat di Liga Champions musim ini. “Arsenal belum meraih trofi dalam 20 tahun terakhir yang saya ketahui—mungkin mereka pernah menang sesuatu, tetapi kami baru saja meraih dua trofi,” ungkap Feliciano.
Komitmen untuk Meningkatkan Kinerja
Feliciano, yang bersama Eghbali duduk di dewan direksi Chelsea, menambahkan, “Menjadi pemilik klub olahraga membuat Anda menjadi pengelola hal yang lebih luas, dan dampaknya terhadap komunitas jauh lebih besar daripada sekadar bisnis atau olahraga.”
Dia juga mengklaim, “Kami sangat serius bahwa Chelsea adalah tim top enam di Liga Premier dan kami bertekad untuk tidak hanya tetap di sana, tetapi juga bersaing untuk meraih trofi setiap tahun. Kami ingin segera memenangkan Liga Premier. Kami telah menempatkan sistem yang lebih berkelanjutan dalam hal anggota dan pengembangan yang menurut saya sedang memberikan hasil saat ini.”
Perekrutan Pemain Muda dan Investasi
Sejak mengambil alih Chelsea pada 2022, BlueCo fokus pada perekrutan pemain muda dari seluruh dunia dengan kontrak jangka panjang. Saat ini, Chelsea memiliki skuad ter muda di Liga Premier berdasarkan menit bermain dan memiliki banyak pemain muda di klub lain yang sedang dipinjamkan atau telah mencapai kesepakatan awal untuk bergabung dengan klub musim panas ini.
Chelsea diperkirakan telah mengeluarkan sekitar £1,8 miliar ($2,42 miliar) untuk mendatangkan pemain baru sejak BlueCo mengambil alih, meskipun klub juga berhasil menghasilkan sekitar £300 juta dari transfer pemain yang keluar musim panas lalu.
Kemudian, Chelsea dikenakan denda oleh UEFA pada Juli 2025 dan dibatasi dalam pengeluaran setelah ditemukan melanggar aturan penghasilan dan biaya skuad yang ditetapkan oleh badan pengatur sepak bola Eropa tersebut.
Peringkat di Liga Premier
Saat ini, Chelsea berada di posisi kelima klasemen Liga Premier, unggul dari Liverpool yang berada di posisi keenam berdasarkan selisih gol, dan tertinggal tiga poin dari Aston Villa di posisi keempat. Finis di lima besar cukup untuk memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
“Ini adalah liga yang sangat keras, liga tersulit di dunia,” kata Feliciano. “Kami berjuang untuk berada di empat atau lima besar melawan tim-tim seperti Liverpool, Villa, dan Manchester United, dan saya rasa kami akan melakukannya dengan baik.”
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment