Rahasia Sukses Erik Ibsen di Fantasy Premier League 2025/26
Juara Fantasy Premier League 2025/26, Erik Ibsen, berbagi strategi dan keputusan yang mengantarkannya meraih kesuksesan. Berikut adalah kunci kemenangannya yang dapat dijadikan pelajaran.
Hindari Poin Hit
Salah satu hal menonjol dari perjalanan Ibsen di Fantasy Premier League adalah dia tidak pernah mengambil poin hit sepanjang musim. Poin hit adalah ketika pemain melakukan transfer tambahan di luar kuota transfer gratis yang diberikan setiap pekan, dengan setiap transfer tambahan dikenakan biaya empat poin.
Ibsen menegaskan, “Lebih baik saya memainkan pemain di laga sulit daripada harus mengambil hit. Hit secara matematis tidak pernah terasa seperti pilihan yang tepat bagi saya.”
Taktik Transfer yang Tepat
Pembagian strategi transfer Ibsen menunjukkan pendekatannya yang cermat dalam menyimpan transfer untuk langkah yang lebih berdampak. Ia tidak melakukan transfer di 16 dari 38 pekan, memilih untuk mengakumulasi transfer untuk pekan selanjutnya, dan hanya melakukan satu transfer di enam pekan lainnya.
Seperti yang terlihat dalam tabel di bawah ini, pendekatan sabar ini membolehkannya melakukan dua transfer gratis di delapan pekan, serta tiga transfer gratis di tiga pekan lainnya.
| Jumlah Transfer | Transfer yang Dilakukan (Pekan) |
| 0 | 16 |
|---|---|
| 1 | 6 |
| 2 | 8 |
| 3 | 3 |
| 4 | 0 |
| 5 | 1 |
Dia juga memanfaatkan lima transfer gratis yang diberikan pada Gameweek 16 akibat keberangkatan pemain ke Piala Afrika.
Rencanakan Transfer dengan Baik
Ibsen menyatakan, “Ada beberapa pemain yang tidak pernah saya jual, seperti Erling Haaland dan Bruno Fernandes. Namun, ada juga saat di mana beberapa pemain memasuki periode sulit, dan di sinilah saya melakukan transfer besar.”
Dia selalu mempersiapkan rencana bagi pemain-pemain yang disukainya, dan dengan baik dapat mengevaluasi situasi di setiap pekan.
Dalam tiga Gameweek saat dia melakukan tiga transfer gratis, tujuh dari sembilan transfer tersebut adalah pemain tengah atau striker premium, termasuk Fernandes di Gameweek 24, Antoine Semenyo di Gameweek 28, dan Bukayo Saka di Gameweek 36.
Detail Transfer Ibsen
| GW | Transfer Masuk | Transfer Keluar |
| 24 | Fernandes, Fernandez, Joao Pedro | Wirtz, Foden, Calvert-Lewin |
|---|---|---|
| 28 | Hill, Szoboszlai, Semenyo | James, Fernandez, Guimaraes |
| 36 | Lacroix, Hinshelwood, Saka | Struijk, Scott, Palmer |
Fokus pada Pemain yang Konsisten
Penelitian pra-musim Ibsen membantunya menargetkan pemain seperti bek Everton, James Tarkowski, dan gelandang Chelsea, Moises Caicedo, untuk diperbaiki dengan poin kontribusi defensif. Tarkowski menjadi pemain dengan poin tertinggi untuk kategori ini, sementara Caicedo menonjol sebagai gelandang terbaik.
Ibsen terus meraih hasil dari konsistensi pemain-pemain ini, memungkinkan dia untuk memilih pemain dengan risiko lebih sedikit.
“Di akhir musim, saya tidak hanya berpikir untuk meraih 20 poin lebih, tetapi lebih kepada mengalahkan rata-rata. Dengan kontribusi defensif, saya bisa memperoleh 10 poin, yang setara dengan dua gol dari seorang gelandang,” ungkapnya.
Ketahanan Musim Ibsen
| Periode | Posisi |
| GW1-20 | 136 |
|---|---|
| GW21-38 | 69 |
| Keseluruhan | 1 |
Dengan pendekatan yang cermat dan strategi yang matang, Ibsen berhasil meraih posisi teratas di tabel akhir. Keberhasilannya menjadi pelajaran berharga bagi manajer lainnya dalam membangun tim yang efektif di Fantasy Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment