Home Sepakbola Inggris Premier League Realitas Premier League yang tidak diinginkan, terungkap oleh Mohamed.
Premier League

Realitas Premier League yang tidak diinginkan, terungkap oleh Mohamed.

Share
Share

De Bruyne dan Salah: Duel Terakhir di Piala Dunia?

Ketika dua legenda yang semakin menua melanjutkan persaingan epik yang telah berlangsung bertahun-tahun, Piala Dunia bisa menjadi panggung bagi duel terakhir mereka. Bukan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang menjadi sorotan, tetapi Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah.

Pertemuan yang Tak Terlupakan

Keduanya telah bertemu di Community Shield, Liga Champions, dan Carabao Cup. Namun, rivalitas utama mereka terjadi di Premier League. Sekarang, mereka bertemu di Seattle sebagai kapten timnas Belgia dan Mesir, dan dianggap sebagai dua pemain terbaik Premier League dalam dekade terakhir. Meskipun ada nama lain seperti Harry Kane dan Virgil van Dijk, De Bruyne dan Salah berhasil menggabungkan kreativitas dengan kelas, assist dengan gol, serta pencapaian individu dengan pencapaian kolektif.

Sejarah Bersama Chelsea

Salah satu kesamaan yang menarik adalah Chelsea, klub yang mungkin merasa lega jika kedua pemain ini tidak lagi berduel. Ini akan mengurangi pengingat akan potensi yang hilang ketika José Mourinho enggan memberikan kesempatan kepada mereka. De Bruyne hanya bermain dua kali dalam liga untuk Chelsea, sementara Salah hanya mencetak dua gol—jauh berbeda dengan ratusan gol yang ia cetak untuk Liverpool. Ada alternatif sejarah yang mungkin jika Chelsea mempertahankan De Bruyne dan Salah, dengan kemungkinan mereka menjadi kekuatan dominan di Inggris dalam dekade terakhir.

Statistik Luar Biasa

Meski mereka tidak bersama Chelsea, kontribusi mereka sangat luar biasa. Salah berhasil mencetak 257 gol dan memberikan 122 assist untuk Liverpool, sementara De Bruyne mencatatkan 108 gol dan 170 assist untuk Manchester City. De Bruyne menyamai rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League dengan 20, hingga Bruno Fernandes memecahkannya tahun ini. Salah tetap berada di puncak kontribusi gol dengan total 47—29 gol dan 18 assist—pada musim terakhirnya di Anfield.

Baca juga:  West Ham unggul dua poin dari Spurs, Wolves terdegradasi setelah imbang tanpa gol.

Pelatih Hebat dan Penghargaan Individu

Melihat periode kepelatihan dua manajer hebat, Salah menjadi bintang di Liverpool di bawah asuhan Jürgen Klopp, sementara De Bruyne tak terbantahkan sebagai yang terbaik di bawah asuhan Pep Guardiola. De Bruyne mungkin meninggalkan legacy sebagai pemain terbaik yang pernah dimiliki City, sementara Salah terus berjuang untuk mendapatkan tempat di daftar teratas Liverpool bersama nama-nama seperti Kenny Dalglish dan Steven Gerrard.

Keduanya juga mengumpulkan berbagai penghargaan individu. Di antara mereka, mereka dinyatakan sebagai Pemain Terbaik Tahun Ini pada 2018, 2022, dan 2025, serta PFA Player of the Year pada 2018, 2020, 2021, 2022, dan 2025.

Peluang Internasional yang Terlewat

Meski meraih berbagai penghargaan, Salah dan De Bruyne belum mendapatkan pengakuan yang lebih luas. Keduanya tidak pernah dekat untuk meraih Ballon d’Or, di mana Messi dan Ronaldo menjadi penyebab utama. Mereka juga hanya mengoleksi satu Liga Champions masing-masing, dan mengalami nasib buruk di final. Salah cedera pada final pertamanya, dan De Bruyne tidak dapat bermain di kedua final yang dijalaninya.

Kesempatan di Piala Dunia 2026

Kedua pemain ini berasal dari negara yang bukan kekuatan besar sepakbola, yang mungkin menjadi alasan kurangnya piala internasional yang mendukung posisi mereka. Meskipun Salah pernah menjadi runner-up di Piala Afrika, De Bruyne mencetak peringkat ketiga di Piala Dunia. Pada 2018, De Bruyne tampil mengesankan saat melawan Brasil, namun ia mengakui bahwa generasi emas Belgia telah berlalu. Dengan semakin tuanya tim, tahun 2026 mungkin menjadi kesempatan terakhir mereka untuk bersinar, terutama bagi Salah yang belum merasakan sukses di pentas dunia.

Harapan akan Penampilan Terbaik

Di Piala Dunia ini, diharapkan kita bisa melihat kedua pemain ini menunjukkan performa terbaik mereka. Salah dengan gaya bermain cepatnya dan De Bruyne dengan umpan panjangnya yang brilian. Piala Dunia kali ini dapat menjadi kenangan bagi para penggemar Premier League, dengan melihat kembali bagaimana kualitas yang hilang dari kompetisi ini setelah kepergian mereka.

Baca juga:  UCL Pekan Ini: Tayang Eksklusif di Paramount+!

Kedua pemain ini memiliki ambisi dan kemampuan luar biasa. Meskipun setiap dari mereka mungkin menghalangi ambisi satu sama lain, penampilan mereka di Piala Dunia bisa mengingatkan kita akan era keemasan yang pernah ada di Premier League.

(PL/GN)
sumber : www.inkl.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jepang kembali buktikan kekuatannya, mengoyak lini belakang Premier League!

Jepang menunjukkan dominasi globalnya dengan mengoyak pertahanan Premier League, membuktikan kekuatan sepak...

Gosip Bola: Bouaddi, Saibari, Van Hecke, Branthwaite, Greenwood, Ederson, Amorim!

Gosip Bola: Bouaddi, Saibari, dan Van Hecke menjadi incaran klub-klub besar, sementara...

Manchester United Tertarik pada Bek Newcastle: Apa yang Bisa Dia Tambah?

Manchester United menunjukkan ketertarikan pada bek Newcastle, yang dipercaya mampu memperkuat lini...

Belanda vs. Jepang: Delapan Pemain Premier League Siap Beraksi!

Dalam laga seru antara Belanda dan Jepang, delapan pemain Premier League siap...