Lazar Markovic: Dari Wonderkid Liverpool Menjadi Bebas Agen
Pada tahun 2014, ketika bos Liga Premier saat itu, Avram Grant, membandingkan pemain Liverpool berusia 19 tahun, Lazar Markovic, dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, banyak yang menganggapnya sebagai talenta luar biasa. Namun, perjalanan kariernya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tujuh tahun kemudian, Markovic mulai tersisih dari dunia sepakbola.
Pada masa itu, Liverpool berada dalam masa sulit, hanya mengandalkan harapan setelah 30 tahun tanpa gelar liga. Mereka nyaris mengakhiri kutukan tersebut di bawah asuhan Brendan Rodgers, sebelum menjual Luis Suárez ke Barcelona.
Pengisian posisi yang ditinggalkan Suárez menjadi tantangan besar. Namun, manajemen Liverpool percaya bahwa dana £65 juta yang mereka terima akan digunakan dengan bijak. Harapan fans tertumpu pada Markovic, yang kala itu diharapkan dapat menjadi salah satu pemain terhebat, dan Mario Balotelli. Sayangnya, performa Markovic selama bertahun-tahun menggambarkan sebaliknya.
Wonderkid Liverpool Dibandingkan dengan Messi & Ronaldo pada tahun 2014
Markovic bergabung dengan Liverpool dari Benfica dengan nilai transfer £20 juta. Grant pernah memuji kemampuannya, mengatakan, “Saya bisa mengatakan bahwa selain Ronaldo dan Messi, Markovic adalah salah satu talenta terbaik yang pernah saya lihat di usia 19 tahun.” Namun, kenyataannya Markovic hanya mencetak tiga gol dalam 34 penampilan selama berseragam The Reds dalam lima tahun di Merseyside.
Selama masa baktinya, Markovic menjalani beberapa pinjaman, antara lain ke Fenerbahce, Sporting CP, Hull City, dan Anderlecht, sebelum akhirnya bergabung dengan Fulham dengan status bebas transfer pada Januari 2019. Meski pengaruhnya di Liverpool terbatas, mantan rekan setimnya, Kolo Toure, memberi pujian pada karakter dan sikapnya.
Markovic Kini Bebas Agen Setelah Dilepas Apollon Limassol
Setelah brief stint di Fulham, Markovic kembali ke Beograd dengan Partizan pada musim panas 2019, di mana ia mengalami kebangkitan singkat selama tiga musim. Di klub masa kecilnya, ia mencetak 34 gol dan 31 assist dalam 154 pertandingan.
Namun, baru-baru ini Markovic dipastikan meninggalkan Apollon Limassol setelah kontrak satu tahun berakhir. Kini, pemain sayap berusia 30 tahun itu tersedia sebagai bebas agen setelah menempati empat klub dalam empat tahun terakhir. Markovic dianggap sebagai salah satu penyesalan transfer terbesar CEO Liverpool, Michael Edwards, selama masa jabatannya.
Perjalanan karier Markovic menjadi contoh nyata bagaimana harapan dan kenyataan bisa berbeda jauh. Meskipun diharapkan menjadi salah satu nama besar di sepakbola, kini ia harus mencari langkah baru dalam kariernya yang sempat gemilang.
(SA/GN)
sumber : www.givemesport.com
Leave a comment