Pedri, Bintang Muda Spanyol yang Mengincar Kesuksesan Seperti Xavi dan Iniesta
ATLANTA, 14 Juni — Pedri, sang maestro lapangan tengah Spanyol yang berusia 23 tahun, kini mengejar mimpinya yang terinspirasi dari Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Ia menyaksikan para pahlawannya berjuang di panggung dunia dari bar keluarga di Tenerife.
Di level klub, Pedri telah membuktikan diri sebagai pengganti yang layak bagi Xavi dan Iniesta di Barcelona dengan meraih tiga gelar La Liga. Selain itu, ia merupakan bagian dari timnas Spanyol yang menjuarai Euro dua tahun lalu, meski cedera pada pertandingan perempat final melawan Jerman membuatnya absen di fase akhir turnamen.
Masalah Kebugaran dan Pemulihan
Kendala kebugaran menjadi masalah yang sering menghampiri Pedri setelah ia mencuri perhatian publik sebagai remaja. Pada musim 2020/21 yang gemilang, ia tampil sebagai salah satu bintang saat Spanyol mencapai semi-final Euro 2020, memainkan total 73 pertandingan untuk klub dan negara. Beban yang berat ini berdampak pada kondisi fisiknya.
Barcelona kemudian mencari bantuan dari laboratorium myopathy spesialis di Amerika Serikat. Analisis genetik Pedri membantu menyusun rencana pemulihan yang membuatnya kembali tampil sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
Generasi Muda Barcelona
Pedri kini bergabung dengan Lamine Yamal, Gavi, Fermin Lopez, dan Pau Cubarsi dalam generasi muda Barcelona yang sangat bertalenta. Mereka berperan penting dalam membantu klub mengatasi kesulitan finansial dan tetap mendominasi La Liga.
Berbeda dengan yang lainnya, Pedri bukanlah produk dari akademi La Masia yang terkenal. Ia memulai kariernya di Las Palmas pada usia 16 tahun sebelum bergabung dengan Barcelona pada 2020. Meskipun begitu, kemampuan menguasai bola dan visi bermainnya mengingatkan kita pada kehebatan Xavi dan Iniesta di masa jayanya.
Impian Mewujudkan Momen Bersejarah
Pedri bertekad untuk meniru prestasi generasi emas Spanyol yang meraih Piala Dunia 2010 serta dua gelar Euro pada 2008 dan 2012. Dulu, ia menyaksikan pertandingan dari bar yang didirikan kakeknya dan dikelola orang tuanya, yang juga merupakan klub penggemar Barcelona pertama di Kepulauan Canary.
“Saya merasa beruntung bisa hidup dalam mimpi yang diidamkan kakek saya,” ungkap Pedri yang mengatakan bahwa kakeknya tidak pernah melihatnya bermain di Camp Nou. “Rasanya seperti sebuah film.”
Menatap Piala Dunia
Pekan ini, Pedri akan menjadi kunci bagi usaha Spanyol untuk mencapai kesuksesan di Piala Dunia, yang dimulai dengan pertandingan melawan Cape Verde, tim debutan tersebut. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 19 Juni, pukul 06:00 WIB, disiarkan secara langsung di RCTI.
Usai pertemuan dengan Cape Verde, Spanyol juga akan berhadapan dengan Saudi Arabia dan Uruguay, dalam lanjutan Grup H.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, percaya Pedri layak mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik dunia. “Kami belum tahu versi terbaiknya karena dia begitu berbakat,” ujar De la Fuente, saat timnya tak terkalahkan dalam 31 pertandingan kompetitif menjelang Piala Dunia.
Kemenangan di Piala Dunia akan menjadi langkah besar bagi Pedri untuk masuk dalam perbincangan meraih Ballon d’Or sebagai pemain terbaik dunia.
(SA/GN)
sumber : www.malaymail.com
Leave a comment