Evaluasi Musim 2025/26: Geliat Gelandang Real Madrid
Pada musim 2025/26, lini tengah Real Madrid mengalami sedikit perubahan, di mana banyak kalangan beranggapan bahwa nama-nama besar yang ada sudah cukup untuk melewati tantangan musim ini. Meskipun Xabi Alonso mendorong klub untuk merekrut gelandang baru pada musim panas lalu, manajemen menolak tawaran tersebut, meyakini para pemain yang ada mampu berkontribusi besar.
Namun, memasuki awal musim, terlihat jelas bahwa lini tengah menjadi titik lemah tim, dan kurangnya kehadiran pengatur permainan dan kreativitas sangat merugikan. Baik Alonso maupun Alvaro Arbeloa mencoba mengatasi permasalahan ini dengan variasi taktik, namun Los Blancos masih tetap rentan di lini tengah hingga akhir musim, menjadi salah satu penyebab kegagalan tim secara keseluruhan.
Aurelien Tchouameni
Aurelien Tchouameni menjadi salah satu pemain yang stabil dalam skema permainan Real Madrid musim ini, meski ia terpaksa menanggung beban yang cukup berat. Perannya yang tak terhindarkan sebagai pusat permainan di lini tengah dituntut untuk tampil konsisten tanpa banyak dukungan dari rekan-rekannya.
Walaupun sering menunjukkan performa yang menjanjikan, hubungannya dengan fans terasa agak renggang. Dalam pertandingan-pertandingan besar, ia juga mengalami kesulitan yang sama seperti rekan-rekannya. Tchouameni mencatatkan total 46 penampilan dalam musim ini dengan statistik defensif yang impresif, meskipun usaha dan energinya kadang tampak sia-sia akibat kurangnya identitas tim.
Musim ini ditandai dengan konflik publik yang melibatkan Tchouameni dan Federico Valverde, yang meninggalkan masa depannya dalam ketidakpastian.
Nilai Musim: 7
Federico Valverde
Valverde menjabat sebagai kapten lapangan untuk sebagian besar musim ini, mengisi kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh Luka Modric dan Toni Kroos. Musimnya penuh dengan momen-momen mengesankan, namun juga terdapat saat-saat kelam yang berdampak langsung pada penampilan tim secara keseluruhan.
Ketidakpuasan dengan penempatan posisi dan konflik internal mengganggu performanya. Namun, di bawah pelatih Arbeloa, Valverde tampil lebih agresif di lini depan, meraih puncak kariernya dengan mencetak hat-trick melawan Manchester City.
Nilai Musim: 7
Dani Ceballos
Di tengah kesulitan lini tengah, Dani Ceballos gagal mendapatkan kepercayaan maupun waktu bermain yang cukup, mencerminkan musim yang hampir tidak ada eksistensi berarti. Ia hanya tampil sebagai starter dalam empat pertandingan dan total 16 penampilan di La Liga.
Nilai Musim: 3.5
Arda Guler
Arda Guler menjadi salah satu bintang yang bersinar di musim ini setelah berjuang dalam bayang-bayang selama waktu yang lama. Ia berhasil menunjukkan performa yang baik, terutama saat Jude Bellingham mengalami cedera. Sayangnya, setelah Bellingham kembali, kontribusinya berkurang.
Guler mencatatkan beberapa rekor, termasuk gol tercepat dalam sejarah UEFA Champions League. Meskipun terbilang positif, ia perlu meningkatkan fisiknya untuk menghadapi tantangan di pertandingan besar.
Nilai Musim: 8
Jude Bellingham
Setelah menjalani operasi pasca FIFA Club World Cup, Bellingham mengalami dua serangkaian cedera yang menghambatnya menemukan performa terbaiknya. Akhirnya, kondisinya tidak pulih sepenuhnya ketika tim memerlukan kontribusi maksimal darinya di fase kritis kompetisi.
Nilai Musim: 6.5
Eduardo Camavinga
Musim 2025/26 adalah titik terendah dalam karier Camavinga, yang nyaris tidak mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Diganggu oleh cedera dan masalah formasi, ia kehilangan tempat utama dan jarang terlihat bermain dalam situasi krusial.
Nilai Musim: 4.5
Thiago Pitarch
Pitarch menjadi salah satu titik terang di musim yang suram bagi Real Madrid. Pemain muda ini berhasil menghadapi tantangan dengan menampilkan performa yang solid, membawa stabilitas di lini tengah saat banyak senior yang berjuang. Dari penampilannya melawan Benfica di bulan Februari hingga akhir musim, ia berkembang pesat.
Nilai Musim: 7.5
(SA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment