Tyrese Haliburton Ungkap Flopping dalam NBA Diajarkan
Bintang Indiana Pacers, Tyrese Haliburton, berbicara tentang isu flopping yang marak di NBA. Dalam tayangan “The Pat McAfee Show,” ia menegaskan bahwa flopping “pasti” diajarkan kepada pemain.
Sementara Shai Gilgeous-Alexander dari Oklahoma City Thunder mendapat perhatian besar terkait flopping untuk menarik pelanggaran, Haliburton merasa bahwa praktik ini lebih luas dari sekadar satu pemain.
Pendidikan Flopping di Kalangan Pemain
“Ya, itu pasti diajarkan. Saya rasa ini bukan hanya karena pelatih kepala, tapi lebih kepada pengembangan pemain,” ungkap Haliburton dalam program ESPN tersebut. “Sebelum mencapai NBA, ini adalah sesuatu yang secara alami sudah dikerjakan. Pemain terbaik yang mencetak poin biasanya adalah mereka yang sering ke garis free throw. Ini jelas menjadi bagian dari pelatihan, bahkan saat latihan pickup, mereka juga berlatih bagaimana menarik pelanggaran. Saya rasa, ini adalah bagian dari permainan,” tambahnya.
“Tyrese Haliburton menyatakan bahwa pemain diajarkan untuk flop: ‘Ini pasti diajarkan. Saya rasa bukan pelatih kepala yang mengajarkannya, tetapi ini bagian dari pengembangan pemain sebelum masuk ke NBA. Ini sesuatu yang secara alami dikerjakan. Kini ini merupakan bagian dari permainan.’ (via @PatMcafeeShow)
Reaksi Terhadap Flopping
Kekhawatiran mengenai flopping terus menerus berlanjut di NBA. Tom Haberstroh dari Yahoo Sports bahkan melakukan analisis mendalam mengenai usaha Gilgeous-Alexander untuk mendapatkan pelanggaran. Ia menemukan bahwa Gilgeous-Alexander terjatuh 51.4 persen dari waktu ketika pelanggaran dipanggil.
“Saya rasa lebih sering daripada tidak, ada faktor berlebihan yang dimainkan, lebih dari sekadar jatuh tiba-tiba. Namun, apakah itu terjadi? Tentu saja, dan hal ini memang dibicarakan,” ujar Haliburton lebih lanjut.
Pandangan Komisaris NBA
NBA Komisaris Adam Silver juga memberikan pendapat di program tersebut. Ia membedakan antara berusaha menjual kontak untuk menarik pelanggaran dan mencoba mengecoh ofisial. “Bahkan saat saya duduk di bangku penonton, pemain mungkin terjatuh, mungkin bereaksi terhadap sebuah pelanggaran. Namun, jika mereka tidak berhasil mengecoh wasit, menurut saya itu tidak apa-apa. Pemain memang diajarkan untuk menjual pelanggaran saat ini,” jelas Silver.
Konteks dan Dampak
Perdebatan tentang flopping di NBA menunjukkan perkembangan dalam cara pemain beradaptasi dan mencari keuntungan dalam permainan. Ini menekankan pentingnya keterampilan dalam menarik pelanggaran, yang kini menjadi bagian integral dalam strategi tim di lapangan. Flopping mungkin akan terus menjadi topik hangat, dan penanganan oleh otoritas liga menjadi penting untuk memastikan integritas permainan tetap terjaga.
(BA/GN)
sumber : nypost.com
Leave a comment