Home Motorsport Formula 1 F1 Hadapi Tantangan: Kompromi Roda Mesin Semakin Mendesak!
Formula 1

F1 Hadapi Tantangan: Kompromi Roda Mesin Semakin Mendesak!

Share
Share

Formula 1 Menuju Kesepakatan Baru soal Regulasi Mesin

Formula 1 nampaknya semakin mendekati kesepakatan mengenai regulasi mesin yang kontroversial, meski belum ada kepastian final yang tercapai. Pertemuan F1 Commission berlangsung di London pada hari Selasa, dengan FIA hanya mengonfirmasi bahwa “perubahan kecil disepakati pada komponen aerodinamis dan bodywork”.

Diskusi Intensif Tentang Mesin

Di balik layar, pembicaraan mengenai masa depan mesin terus meningkat, dengan diskusi lebih lanjut diharapkan berlangsung selama GP Monaco akhir pekan ini. Para produsen kini dilaporkan sedang membahas kompromi bertahap, di mana target perbandingan 60:40 antara tenaga pembakaran dan electric power tidak akan sepenuhnya dicapai hingga 2028.

Usulan dan Skema Baru

Salah satu usulan mencakup peningkatan output mesin pembakaran sekitar 5 persen di awal, guna menghindari desain ulang yang mahal pada chassis, mesin, dan gearbox. Pindah sepenuhnya ke 60:40 akan memerlukan peningkatan sekitar 13 persen pada tenaga pembakaran.

Skema lain yang masih dibahas adalah pergantian Formula 1 ke mesin V8 alami berkapasitas 2.6 liter dengan sistem KERS kecil pada tahun 2029.

Pembagian Pendapat di Kalangan Produsen

Pembuat mesin masih terpecah dalam pendapat. Mercedes dan Red Bull tetap pada posisi mereka, sementara Audi dan Honda mendukung adanya kompromi. Ferrari menolak perubahan, sedangkan Cadillac yang berafiliasi dengan Ferrari dilaporkan berusaha membantu membangun konsensus.

Dukungan untuk Formula V8 di Masa Depan

Sementara itu, dorongan untuk regresi ke formula V8 semakin menguat. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, secara terbuka mendukung ide ini, sementara CEO Formula 1, Stefano Domenicali, baru-baru ini menyatakan dukungannya “1000 persen” untuk kembali ke mesin V8.

Kritikan Terhadap Regulasi Saat Ini

Banyak pengamat berpendapat tindakan perlu diambil agar Formula 1 tidak mengalami kerusakan lebih lanjut terhadap citranya. Jurnalis veteran Auto Motor und Sport, Michael Schmidt, menyebut regulasi saat ini sangat cacat dan “untuk dibuang”.

“Biarkan kita jujur. Regulasi teknis ditulis dengan buruk. Perbandingan 50:50 antara mesin pembakaran dan electric power hanyalah akal-akalan pemasaran,” ungkapnya.

Schmidt berpendapat Formula 1 telah kalah dalam pertempuran komunikasi dengan penggemar “jika harus menjelaskan megajoule alih-alih tenaga kuda kepada mereka”. Ia menegaskan, “Keluar ke jalan dan tanyakan apa itu megajoule. Sebagian besar orang tidak tahu.”

Baca juga:  Antonelli bersinar, tetapi Mercedes tetap tak tertandingi!

Pandangan ke Depan

Jurnalis asal Jerman ini percaya bahwa FIA telah melakukan kesalahan dengan memberikan terlalu banyak pengaruh kepada produsen selama proses penulisan aturan, dan saat ini “terus berupaya mencari solusi darurat yang satu ke yang lain”.

“Kita harus bertahan dengan regulasi ini hingga 2030 dan berusaha sebaik mungkin,” tambahnya.

Dengan pembahasan yang terus berlangsung, masa depan Formula 1 tampaknya akan tetap menjadi sorotan, terutama terkait bagaimana regulasi baru dapat mempengaruhi kompetisi di tahun-tahun mendatang.

(SA/GN)
sumber : motorsport.nextgen-auto.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

McLaren terkejut, Norris alami masalah di praktik F1 Monaco!

McLaren terkejut ketika Lando Norris mengalami masalah teknis saat sesi praktik F1...

Apa kata tim-tim pada Jumat di F1 Monaco 2026?

Tim-tim F1 berbagi pandangan mereka tentang balapan di Monaco 2026, mengungkap tantangan,...

Isack Hadjar tergelincir di FP1 Monaco GP, bendera merah berkibar!

Isack Hadjar mengalami kecelakaan saat sesi latihan bebas pertama (FP1) di Monaco...

Gary Anderson: Winglet Radikal Monaco, Siapa yang Paling Mengejutkan?

Gary Anderson membahas inovasi radikal winglet di Monaco, mengeksplorasi siapa yang paling...